- Diambi dari sebuah kata shafa yang artinya barisan yang terdepan dalam islam
- Atau diambil dari sebuah kata shuffah yang artinya serambi masjid, dimana dulu Nabi mengajarkan agama kepada para fakir/ dhuafa/orang miskin
- atau shufa yang mengacu pada arti kesucian
Sedangkan makna yang secara harfiah adalah suatu disiplin ilmu yang mengajarkan tentang tata cara penyucian diri dalam kehidupan sehari hari. Yaitu dimana segala gerak dan hati mereka selalu bertumpu pada Allah semata.
SUFI
Mereka yang bersungguh sungguh mengamalkan dan berhasil dalam tashawwuf dinamakan sufi. Sedangkan tingkatan yang amat dihormati adalah wali/aulia dimana karena ketekunan dan ketangguhan hatinya telah mencapai mencapai karunia ilahi. Dimana Allah ridho dengan mereka dan mereka ridho dengan Allah.
Banyak orang diluar tasahwuf yang sering ter kecoh dengan profil seorang sufi. Tetapi sebenarnya yang mengenal sufi atau tidak adalah para sufi juga dan yang mengenal para wali adalah wali.Mereka tidak bisa menipu dengan kata, pakaian atau tingkah laku saja. Seorang sufi akan tentu mempunyai tanda yang hanya diketahui oleh Allah, Malaikat Malaikat Allah, Wali kekasih Allah, Sufi sejati, dan orang yang shaleh yang selalu mendekatkan diri kepada Allah setiap saat setiap saat baik pagi maupun petang.
Keajaiban yang benar benar mengagumkan dalam tashawwuf adalah bergantinya sifat sifat tercela bodoh, dungu, pemarah, lalai, sombong ujub, dengki kikir, ria, pamer, rakus, bangga dll dll. menjadi sifat sifat yang luhur dan rendah hati, selalu takut akan Allah disetiap waktu dan setiap saat, hati lemah lembut dan taat kepada Allah. Yaitu sifat yang dimiliki Nabi dan para shadikin. Hati mereka selalu diliputi kebahagian bersama Allah.
Kalaupun mereka miskin, kemiskinan tidak akan menyusahkan mereka
Kalaupun mereka Kaya, kekayaan itu tidak akan menggemingkan hatinnya kepada Allah
Kalaupun mereka ditimpa musibah musibah itu tidak akan menyusahkan bahkan menjadikan mereka semakin taqwa kepada Allah
Karena mereka mengetahui dengan seyakinnya bahwa itu adalah kehendak Allah semata untuk menguji mereka. Keimanan merek benar benar teruji. Tidak ada satu orangpun yang menyatakan diri ber iman kepada Allah, sebelum mereka itu diuji Allah.
Inilah ujian yang bagi para kaum sufi merupakan undangan untuk menuju keAllah agar semakin dekat dan dekat. Yang menjadikan suka cita bagi mereka tapi duka cita bagi kaum yang fasik.
Ketinggian dan kedalaman ilmu mereka benar benar menakjubkan, karena mereka belajar langsung dari Allah sedangkan orang awam belajar dari manusia ataupun buku saja. Yang dengan cara inilah para Nabi Nabi dan rasul belajar dan meneguk ilmu sehingga menjadi manusia yang mulia dan dihormati semesta alam.
Ditangan merekalah segala ilmu mencair dan bersinar. Tak ada sesuatupun benda atau mahluk yang tak tunduk. Merekalah ahli ahli ilmu jiwa yang hebat didunia Ahli penyakit hati maupun jasmani dimana kemampuan mereka jauh melampaui dokter dan profesor sekarang ini. Ditangan merekalah qur'an menyata dan bukan sekedar dongeng. Karena mereka inilah yang mengetahui dengan seyakin yakinnya Keesaan Allah.
Tashawwuf ini dalah benar benar ilmu yang sangat sulit. Sehingga saking sulitnya mendalami tashawwuf ini diantara 10.000 yang belajar tashawwuf hanya 1 saja yang berhasil itupun tergantung dari guru yang membimbing. Karena yang mengangkat mereka menjadi orang sholeh maupun wali Kekasih Allah adalah Allah sendiri bukan oleh manusia maupun guru tashawwuf. Itu adalah hak Allah untuk memberi tanda kepada hambanya ysng sholeh untuk menjadi wali atau kekasihNya. tanda ini tidak akan diberikan oleh Allah kepada hambanya manakala belum cukup sebab pada diri murid itu sendiri meskipun tanda itu setiap saat ditawarkan kepada hamba hambanya.
Seorang guru tashawwuf yang benar, akan membimbing si murid untuk mencari diri, mengetahui sebab murid itu dilahirkan ke dunia, mengenal dirinya sendiri, dan mengetahui tugas dan tujuan hidup yang diamanatkan Allah. didunia ini. Kemudian dengan kesungguhan si murid membersihkan diri dari dosa dan kotoran, maka hatinya akan mulai hidup dan bercahaya. Kemudian dengan keikhlasannya beribdah dan kecintaan nya pada Allah dan Rasul maka menyalalah bashirahnya yaitu mata batinnya Dan apabila si murid sudah mengenal dirinya, maka guru Tashawwuf akan mengarahkan si murid untuk mulai mengenal Allah dengan melihat melalui mata batinnya.